Produk Lokal dari Raja Ampat

Sebuah Usaha Sosial di Waisai, Pulau Waigeo

Sejak tahun 2021, Reef Guardian e. V. mendukung pemasaran produk-produk berkelanjutan secara ekologis yang dihasilkan di berbagai desa di Raja Ampat, seperti minyak kelapa, biji kakao, cokelat, sagu, kerajinan tangan, dan perhiasan. Produk-produk lokal ini dapat dibeli di Toko Matenhun di Waisai, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penyimpanan sebelum dijual kembali kepada pedagang grosir. Pemasaran produk lokal dikelola oleh sebuah usaha sosial yang beroperasi di bawah naungan yayasan nirlaba lokal, Yayasan Kamtabai Raja Ampat (YKRA). 

Struktur yang ada saat ini merupakan hasil dari dua proyek kecil yang dilaksanakan oleh Reef Guardian pada tahun 2021 dan 2022 bekerja sama dengan organisasi lokal “Forum Intelektual Suku Ma’ya” (FISM). Proyek-proyek ini awalnya diinisiasi untuk mengompensasi hilangnya sumber pendapatan masyarakat ketika sektor pariwisata terhenti akibat pandemi COVID-19. 

Proyek pertama (2021/2022) berfokus pada pelaksanaan lokakarya di empat desa di Raja Ampat untuk meningkatkan kesadaran akan peluang pendapatan yang ditawarkan oleh produk lokal berkelanjutan. Pada tahap kedua, para peserta yang tertarik memasarkan produk lokal mendapatkan pendampingan terkait akses pasar, penetapan harga, dan dasar-dasar logistik usaha. 

Proyek pertama menunjukkan bahwa pengangkutan produk lokal ke Waisai—di mana feri harian menghubungkan wilayah ini dengan daratan Papua—serta proses pemasarannya merupakan tantangan besar, bahkan sering kali tidak teratasi, bagi para produsen yang tinggal di desa-desa adat terpencil. Oleh karena itu, sebuah proyek kedua yang diluncurkan bersama FISM pada akhir tahun 2022 menyediakan pendanaan untuk pembelian perahu longboat guna transportasi antara desa-desa dan Waisai, serta untuk pendirian toko produk lokal di Waisai. Infrastruktur logistik yang dibangun juga memungkinkan penyimpanan produk sebelum dijual kembali kepada pedagang grosir. Selain itu, dokumentasi foto profesional dibuat untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk lokal dengan lebih baik. 

Proyek lanjutan yang dilaksanakan pada tahun 2024 memungkinkan sejumlah investasi berskala kecil, termasuk pembelian lemari pendingin, sistem tenaga surya, mesin perahu, dan pembangunan dermaga kecil, guna memperkuat usaha sosial ini serta mengoptimalkan operasionalnya. Pada tahun 2025, dengan dukungan otoritas publik setempat, Toko Matenhun kedua dibuka di pasar baru Waisai. 

Promosi produk lokal berkelanjutan secara tidak langsung berkontribusi pada perlindungan flora dan fauna Raja Ampat yang unik dengan mengurangi ketergantungan pada pariwisata sebagai sumber pendapatan utama, sekaligus memastikan bahwa produksi lokal tidak merusak lingkungan alam. Pemasaran produk lokal juga menghasilkan sumber daya tambahan untuk upaya perlindungan laut dan terumbu karang di tingkat lokal. Sebagai bentuk komitmen tersebut, para kepala kampung telah menandatangani surat pernyataan niat atas nama komunitas mereka untuk melindungi terumbu karang di sekitar wilayahnya. Selain itu, tim YKRA secara rutin memanfaatkan perjalanan transportasi untuk memantau kondisi terumbu karang. 

 

Apa yang Dapat Didukung oleh Donasi 

Reef Guardian e. V. mendukung pengadaan peralatan serta pengembangan lebih lanjut dari usaha sosial ini, sementara biaya operasional sehari-hari dibiayai dari pendapatan penjualan produk lokal. Peralatan yang masih dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi produksi lokal antara lain lemari pendingin, sistem fotovoltaik dengan penyimpanan baterai untuk mengatasi pemadaman listrik, serta peralatan presentasi untuk kegiatan lokakarya.

 

 

 

IMG-20221119-WA0018

 

This project is co-financed from tax funds based on the budget passed by the Parliament of the Free State of Saxony.